-->
Monday, 8 April 2013

:: berita aktuall :: Hampir Seratus Ribu Siswa di Bali dari Keluarga Miskin

Liputan6.com, Denpasar: Di tengah keharuman nama Pulau Dewata Bali, ternyata 92.926 siswa setingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) berasal dari keluarga-keluarga miskin. Jika semuanya dikumpulkan hampir memenuhi Stadion Gelora Bung Karno.

"Selain itu Bali masih memiliki 233.385 orang buta aksara usia antara 15-44 tahun," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Bali, Ahad (11/12). "Penduduk Bali secara keseluruhan sekitar 4 juta jiwa."
Teneng mengatakan, isu aktual dalam bidang pendidikan di Bali, antara lain pengangguran terbuka usia SD, SMP, SMA/SMK, dan perguruan tinggi tercatat 66.470 orang. Selain itu siswa putus sekolah dari berbagai jenjang pendidikan SD hingga SMA/SMK tercatat 1.315 orang, serta lebih dari 2.216 orang tamatan SD tidak melanjutkan pendidikan ke SMP.

"Demikian pula lebih dari 3.965 tamatan SMP tidak melanjutkan ke SMA/SMK akibat berbagai faktor, terutama ketidakmampuan orangtua membiayai kelangsungan bagi putra-putrinya," papar
Teneng.

Teneng menjelaskan, Pemprov Bali mengalokasikan dana dari pemerintah pusat untuk mendukung upaya pendidikan di daerah ini. "Kucuran dana tersebut termasuk di antaranya untuk pemberian bea siswa bagi pelajar yang berasal dari keluarga miskin," katanya.

Masih ada "jurus" lain untuk mengatasi masalah pendidikan dan ketenagakerjaan di sana, yakni dengan mengarahkan sejumlah SMA di Bali menjadi sekolah menengah kejuruan. Hal itu dimaksukan, agar mampu memberikan keterampilan sesuai potensi dan berpeluang untuk bisa dikembangkan di daerah itu.

"Hal ini didasari kenyataan pula di sana bahwa pengangguran itu justru banyak pada kategori usia tamat SMA," kata
Teneng.(Ant/SHA)

Powered by Blogger.

Blog Archive

Translate